Islam sebagaimana Yahudi dan Kristen
adalah agama samawi yang berasal langsung dari Sang Pencipta. Islam
adalah agama ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah Zat yang
disembah. Penganut Islam disebut muslim yang berarti orang yang berserah
diri. Hal ini tercermin dari Ayat ke lima surat Al-Fatihah,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
'Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan'. (QS ; Al-Fatihah : 5)
Kehadiran Islam sebagai agama terakhir
yang diturunkan Allah kepada manusia menjadi penghapus bagi agama-agama
sebelumnya. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi seluruh manusia di
muka bumi untuk menganut agama selain Islam. Allah swt menegaskan hal
ini dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 19;
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ
'Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam'.
Al-Qur'an yang diwahyukan kepada nabi
Muhammad saw sebagai pembawa risalah merupakan asas hukum Islam. Setiap
muslim diwajibkan mempercayai dan mengimani kandungan Al-Qur'an sebagai
hudan, atau petunjuk ke jalan yang lurus. Al-Qur'an bukan perkataan
manusia, atau ciptaan nabi Muhammad saw sebagaimana dituduhkan oleh
orang-orang kafir. Al-Qur'an adalah kalamullah. Nabi Muhammad saw yang ummi,
tidak mampu membaca dan menulis sangat tidak mungkin menambah atau
mengurangi kandungan Al-Qur'an berdasarkan keinginan sendiri.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang
berdasarkan kamus Bahasa Indonesia berarti: pikiran, akal budi dan adat
istiadat. Kebudayaan sendiri berarti hasil kegiatan dan penciptaan
batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat
istiadat. Beberapa ahli mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut: Edward B. Tylor,
kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai
anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Kebudayaan merupakan buah hasil
pemikiran manusia yang tercermin dari sikap, sifat dan ciptaan. Setiap
masyarakat memiliki kebudayaan masing-masing berdasarkan keperluaan dan
kesesuaian dengan lingkungan hidup mereka. Sebagai contoh kecil dari
produk kebudayaan orang Eropa cenderung menganggap minum alcohol adalah
hal yang wajar karena tuntutan cuaca yang sangat ekstrim pada saat musim
dingin. Orang Arab membungkus kepala mereka dengan kopyah yang digulung
sorban karena teriknya matahari di sekitar padang pasir. Orang pesisir
Jawa melakukan ritual sesajen yang dibuang ke laut karena mereka
menggantungkan hidup dari hasil melaut.
Kebudayaan satu daerah belum tentu
sesuai dengan daerah lainnya karena kebanyakan kebudayaan bersifat
local. Orang Arab yang tinggal di gurun pasir tentunya tidak akan nyaman
bila menggunakan pakaian 'you can see' yang sering digunakan
orang Barat. Orang Barat yang hidup di tengah hiruk pikuk kota tentunya
tidak akan setuju jika diberlakukan kegiatan 'siskamling' yang
sudah menjadi budaya orang Indonesia di pedesaan. Penduduk di pedesaan
Indonesia tentunya tidak akan bisa bertahan hidup dalam bingkai 'individualistis' yang sudah menjadi trade mark bangsa Barat.
Apakah Islam kebudayaan? Sebagaimana
telah di jelaskan bahwa kebudayaan adalah hasil pemikiran manusia yang
tercermin dari sikap, sifat dan ciptaan, maka Islam bukanlah kebudayaan.
Islam tidak diciptakan oleh Nabi Muhammad. Islam sama sekali bukan buah
dari kebudayaan Arab. Islam adalah anugerah dari Allah swt kepada
seluruh manusia di dunia. Islam dalam hal ini bersifat universal.
Siapapun dan dimanapun tidak akan merasakan shock culture ketika
mengadopsi Islam sebagai jalan hidupnya. Oleh karena itu pemeluk Islam
tidak disebut sebagai Muhammadan sebagaimana pemeluk Kristen disebut
Christian merujuk kepada Christus.
Bagaimana dengan Agama Budha yang
disebar luaskan oleh Budha Gautama?. Merujuk kepada pandangan ahli
antropologi sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Heddy S. A. Putra, MA
bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan, maka agama Budha dan
semacamnya yang diciptakan oleh manusia merupakan bagian dari
kebudayaan.
Kemudian apa yang dimaksud dengan
kebudayaan Islam?. Kebudayaan Islam merupakan kebudayaan yang dihasilkan
oleh orang-orang muslim yang berdasar kepada pedoman Islam yaitu
Al-Qur'an dan Al-Hadith. Kebudayaan Islam berpegang teguh kepada sisi
keimanan yang selalu berbanding lurus dengan sisi kemanusiaan.
Kebudayaan Islam bukan hanya di Negara Arab yang notabene tempat
penyebaran pertama, namum kebudayaan Islam terpencar ke seluruh dunia
dimana ada pemeluk Islam di dalamnya.
Anggapan orang Barat bahwa kebudayaan
Islam adalah kebudayaan Arab adalah sebuah kesalahan. Fakta berbicara
bahwa tidak semua orang Arab adalah Muslim dari mulai masa kehidupan
nabi Muhammad saw sampai sekarang. Kebudayaan Islam dimulai dengan
pengesahan nabi Muhammad saw sebagai rasul yang bertugas menyampaikan
risalah kepada seluruh umat manusia. Dan kebudayaan Islam berlangsung
selama di dunia ini masih ada muslim yang hidup.
Kebudayaan Islam yang berasas Al-Qur'an
dan Hadith dalam sejarahnya telah banyak meluruskan kebudayaan Arab yang
masih dipengaruhi semangat pagan. Seperti halnya membunuh anak
perempuan, memperbudak manusia, mengawini berpuluh-puluh istri,
peperangan antar suku karena masalah sepele dan lain sebagainya.
Di Indonesia kebudayaan Islam
merekontruksi budaya Jawa yang banyak dipengaruhi ajaran Hindu dan
Budha. Wali Songo sebagai motor penggerak kebudayaan Islam di Jawa
mengislamkan penduduk dengan pendekatan budaya. Sebagai contoh Sunan
Bonang yang menggunakan gamelan sebagai media dakwah. Beliau banyak
merubah syair Jawa yang identik dengan pemujaan Dewa, menjadi lagu-lagu
bernuansa Islam seperti Tombo Ati. Sunan Kali Jaga menggunakan wayang
kulit sebagai alat dakwah dengan merubah karakter para lakonnya. Bahkan
Bapak dari para wali, Sunan Maulana Malik Ibrahim mengadopsi system
pendidikan di kuil-kuil Budha untuk kemudian dijadikan system pendidikan
berbasis pesantren.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar