Kembali ke jalur kemenangan memerlukan terobosan, sahabat masih ingat kala perang Uhud menyisakan penyesalan bagi mereka yang tidak taat pada Rasul-Nya. Kembali ke jalur kemenangan memerlukan azzam (kesungguhan) yang konstan agar jumlah dalam medan juang tidak menutup rasa syukur seperti di perang Hunain. Alangkah beratnya untuk bangkit dan kembali ke jalur yang membentuk sikap baik dahulu, ketegasan akan anti-maksiat dulu, menghidupkan sunnah di hari-hari kita dulu.
Namun apakah kini semuanya masih kita lakukan atau jangan-jangan kita kini seperti Tyson yang kehilangan kekuatannya atau Schumacher yang tak lagi lihai mengendarai mobil balapnya? Bagi kita kaum muslimin yang harus terus memupuk cinta pada Rabb semesta alam, agaknya Uhud haruslah menjadi contoh kasus bahwa kemenangan itu butuh konsistensi iman terhadap fatamorgana kekayaan dan Hunain haruslah menjadi teladan akan keyakinan yang tetap harus dijaga walau Rabb telah memberikan hidayah-Nya serta kemenangan yang beruntun bagi muslimin.
Kembali ke jalur kemenangan membutuhkan contoh, kembali ke jalur kemenangan membutuhkan kesabaran, kembali ke jalur kemenangan membutuhkan keheningan amal agar amal itu tak jadi riya’ yang bertumpuk lalu melemahkan azzam di jalan panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar