Seperti biasa rumah sederhana itu selalu dihiasi dengan canda dan
tawa para penghuninya. Seperti hari ini, memasuki pertengahan bulan suci
Ramadhan kegembiraan nampak jelas didalam keluarga sederhana ini.
Bukan
karena hidangan berbuka yang istimewa atau persiapan lebaran yang sudah
tersedia, namun saat-saat kebersamaan lah yang kerap menghiasi keluarga
sederhana ini.
Seperti siang ini, Pak Rahmat dan Istrinya nampak
asyik bercengkrama dengan ke-5 buah hati mereka yang sudah mulai tumbuh
dewasa. Kebetulan hari ini mereka baru saja menerima Rizki Allah dari
seorang sahabat yang datang bersama istri dan anaknya. “Untuk teteh
(kakak-red) beli gamis (baju muslim-red) lebaran” tutur sang sahabat.
Bahagia
dan tak putus-putus rasa syukur Pak Rahmat dan keluarga menerima rizki
ini, disaat kedua anaknya yang sudah beranjak dewasa memang belum
memiliki gamis, Allah mengirimkan rizki dari arah yang tidak
diduga-duga.
Maklum saja, bagi keluarga pak Rahmat memiliki baju
baru bukan hal yang mudah seperti kebanyakan orang. Orang lain bisa
membeli baju baru kapan saja, tapi bagi mereka bisa beli baju baru
setahun sekali saja sudah sangat di syukuri.
Di suatu siang, putri ke-2 pak Rahmat pulang sekolah membawa cerita yang membuat keluarga ini pilu dan sedih tak terkira.
“Bu,
kasihan deh teman sekolah ku.. tadi dia gak boleh masuk sekolah karena
gak bisa bayar daftar ulang, mamanya Cuma punya uang untuk bayar SPP
yang sudah menunggak 6 bulan“.
“Ya Allah, kasihan sekali anak
itu.. bagai mana kalau hal ini terjadi pada anak kita, pasti sedih
sekali dia” gumam bu Rahmat di dalam hati.
Tanpa fikir panjang,
muncul ide dari bu Rahmat untuk membantu melunasi uang daftar ulang
teman putri ke-2 mereka. Setelah berdiskusi dengan pak Rahmat, niat
inipun mereka sampaikan kepada ke dua putri mereka.
“Nak, uang
untuk membeli gamis kamu dan teteh kita kasih ke teman kamu ya? Kasihan
dia kalau sampai gak bisa sekolah” ucap bu Rahmat kepada kedua anak
gadisnya.
“Insya Allah, untuk baju lebaran kamu.. Allah akan
menggantinya dengan berlipat ganda.. apa lagi ini di bulan Ramadhan..
bulan penuh berkah” lanjut bu Rahmat.
Alhamdulillah, ke dua putri
mereka setuju dengan niat baik ini. Segera saja bu Rahmat bergegas
mengantarkan uang tarsebut ke rumah teman putri mereka yang kebetulan
tinggal tidak jauh dari rumah keluarga Pak Rahmat.
Subhanallah,
dengan berlinang air mata orang tua dan teman putri mereka menerima
rizki yang tidak mereka sangka-sangka. Dengan diiringi do’a dan tatapan
bahagia keluarga tersebut, bu Rahmat kembali kerumah dengan rasa bahagia
yang tak terkira.
“Ya Allah, semoga apa yang kami lakukan hari
ini menjadi amal ibadah kami di sisi-Mu… jangan besedih anakku, Allah
bersama kita”. (sbb/dkw)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar