Penderitaan orang yang riya tidak hanya di dunia, akan tetapi di akhirat mereka juga akan menjadi golongan yang pertama kali disidang dan diadzab oleh Allah ta’ala sesuai dengan hadist Rasulullah, mereka itu dari golongan mujahid, ilmuan dan penderma.
Seorang mujahid yang ingin dipanggil seorang syahid dan pemberani…
Seorang yang ahli Quran yang ingin dipanggil pribadi yang shalih, berilmu ataupun qori…
Seorang penderma yang ingin dipanggil orang yang begitu dermawan…
Begitu agungnya niat dalam ajaran Islam, sampai-sampai baik dan buruknya amal perbuatan dinilai dari tulus dan tidaknya niat seseorang, suatu perbuatan yang diniatkan semata-mata karena Allah ta’ala jelas akan berbuah pahala sebagai penambah timbangan kebaikan kelak di akhirat.
Begitu tidak mudahnya menjaga niat, sampai-sampai ini bisa menjadi penyebab digiringnya seseorang ke dalam api neraka, sedikit saja kita salah dalam menempatkan niat, maka akan berakibat fatal, kalaupun tidak di dunia, di akhirat itu adalah kepastian balasannya. Sifat riya akan terbantahkan di pengadilan Allah ta’ala, karena niat mereka yang melenceng dari jalurnya ketika hidup di dunia.
Hampir saja kita tergelincir…..
Hampir saja kita digiring ke api neraka….
Hampir saja kita salah dalam berniat…..
Hampir saja…….
Syeikh Al Islam Ibnu taimiyyah yang dirahmati Allah ta’ala mengatakan tentang bahaya riya sebagai sebuah syahwat khofiyah (nafsu yang tersembunyi). Oleh karenanya orang yang riya selalu ingin memuaskan syahwatnya dengan pujian dan komentar manusia.
Sama halnya saat seseorang lapar tentu punya syahwat untuk makan, lelaki punya syahwat kepada wanita yang cantik jelita dan begitulah keadaan jiwa orang yang ria selalu mempunyai syahwat dengan komentar-komentar orang lain tentang dirinya yang sebenarnya akan membuat mereka menderita di dunia dan di akhirat.
Makanya mereka rela mati, bersusah payah mencari ilmu dan menghabiskan waktunya untuk menumpuk harta akan tetapi niatnya untuk mendapat pujian. Ma’adzallah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar