Sepuluh tahun lamanya Iwan dan Yeni (bukan nama sebenarnya)
berumah tangga. Selama itu pula, keduanya belum dikaruniai anak. Dengan
berat hati, akhirnya Yeni mengizinkan Iwan untuk menikah lagi dengan
wanita lain agar segera dikarunia anak. Sayang, setelah lima tahun
pernikahannya dengan istri keduanya, Allah belum juga mengaruniai Iwan
seorang anak.
Istri kedua Iwan pun mundur, minta diceraikan.
Awalnya, Iwan tak mau menceraikan, tapi karena bersikukuh ingin
diceraikan, Iwan pun dengan berat hati menceraikannya.
Suatu hari,
Iwan dan Yeni mendengarkan sebuah ceramah seorang Ustadz seputar
bagaimana agar doa kita dikabulkan Allah. Dengan seksama, keduanya
mendengar ceramah itu hingga akhirnya Iwan dan Yeni bertekad akan
mengamalkan apa yang dibicarakan Sang Ustadz.
Semenjak itu, Iwan
dan Yeni sering melakukan shalat malam bersama. Di akhir shalat
malamnya, Yeni dan Iwan tak pernah lupa dan lelah berdoa memohon
keturunan kepada Allah SWT. Sepuluh tahun lamanya keduanya menjalankan
rutinitas itu bersama. Usia Iwan pun sudah menginjak 51 tahun dan usia
Yeni 40 tahun lebih. Di usia menjelang menopause itu, akhirnya Yeni
hamil. Allah SWT ternyata mengabulkan doa keduanya.
Kisah ini
menunjukkan bagaimana ampuhnya doa bagi seorang muslim. Mendapatkan
keturunan di usia tua juga pernah dialami oleh Nabi Ibrahim as. Namun,
Nabi Ibrahim mendapatkan anak dengan istri yang sama-sama juga sudah
berusia senja. Allah Ta’ala menceritakan,
“Dan isterinya
berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan
kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan
lahir puteranya) Ya’qub. Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan,
apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan
tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya
ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” (QS Huud: 71-72)
Setiap
makhluk Allah di dunia memiliki kebutuhan. Kebutuhan yang sifatnya
jasmani maupun rohani. Kekayaan, kebahagiaan, jabatan, dan lain
sebagainya. Itulah yang menyebabkan kita untuk mencari cara agar
terpenuhinya suatu kebutuhan. Cara yang tepat dari tuntunan ilahi adalah
dengan cara berdoa. Memohon kepada Allah atas segala yang kita
butuhkan, baik di dunia maupun di akhirat.
Doa juga merupakan
pengakuan atas lemahnya diri ini di hadapan kuasa Allah SWT. Allah yang
punya kuasa, sedangkan manusia hanya memiliki usaha. Segala usaha yang
kita kerjakan semuanya berada di tangan Allah yang Mahakuasa. Sering
kita mengeluh, kita sudah berusaha dan berdoa namun sesuatu yang
diinginkan belum juga tercapai. Apakah ayat Al-Qur`an yang mengatakan
“berdoalah kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan” adalah hanya tipuan kepada
kita? Atau, memang doa yang kita panjatkan salah? Atau, memang nasib
kita hanya ditentukan oleh usaha kita tanpa doa yang sia-sia?
Dari
pertanyaan-pertanyaan tadi, insyaallah buku ini akan menjawab segala
masalah seputar doa. Berisi kisah-kisah orang yang dikabulkan doa
sebagai tolok ukur kita berdoa, mengupas tentang rahasia makna doa,
etika dan cara berdoa dengan benar, rahasia dikabulkannya doa, dan pada
halaman akhir disajikan beberapa doa yang seringkali dibutuhkan umat
Islam. (sb)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar